Jumat, 29 April 2016

Cara Memasang Password di Flashdisk Tanpa Software


Selamat Malam Semua, Postingan saya kali ini adalah membagikan sebuah tips untuk memasang password pada flashdisk. Langsun saja kita ke TKP..

Banyak aplikasi yang dapat memberi manfaat untuk mengunci flashdisk atau memberi sebuah password ke flashdisk anda dan kali ini saya akan memberikan suatu cara untuk mengunci flashdisk anda tanpa software.
Persyaratan : Cara ini akan otomatis meminta password ketika flashdisk dimasukan ke PC dan jika password salah, maka komputer akan shutdown secara otomatis.

1. Buka Notepad.
( Caranya : Start
>> All Programs >> Accessories >> Notepad atau masuk di RUN lalu ketik notepad dan Enter). Lalu copy paste script kode dibawah ini ke dalam notepad yang telah dibuka.

on error goto 0
dim s,quest,sd,m,winpath,fs
set sd=createobject("Wscript.shell")
set fs=createobject("Scripting.FileSystemObject")
set winpath=fs.getspecialfolder(0)
set s=wscript.createobject("wscript.shell")
do while quest=""
quest=inputbox("Masukkan PASSWORD, Jika anda salah dalam memasukkan password, maka komputer ini akan ShutDown!!!")
if quest="" then
m=MsgBox("Maaf anda belum memasukkan password...!", 0+0+48)
end if
loop
if quest="TULIS PASSWORD DISINI" then
s.run "shutdown -a"
sd.run winpath & "\explorer.exe /e,/select, " & Wscript.ScriptFullname
else
s.run "shutdown -s -t 0"
end if

TULIS PASSWORD DISINI ganti sesuai keinginan anda, itu adalah sebagai tempat password anda. Note : Pemakaian huruf kapital sangat berpengaruh. saya sarankan memakai angka yang sudah diingat di luar kepala.
Lalu Save aAs dengan nama dengan passwordlock.vbs , sebelum di Save As pastikan pilih All Files.

2. Setelah Selesai yang diatas.
Lalu buka Notepad lagi, untuk pengaturan otomatis setelah flashdisk dimasukan di PC.
copy paste script kode dibawah ini ke
dalam notepad.

[Autorun]
shellexecute=wscript.exe passwordlock.vbs
action=
FLASHDISK TELAH DILENGKAPI CODE

Anda dapat merubah kata "FLASHDISK TELAH DILENGKAPI CODE" sesuai dengan kata-kata keinginan anda sendiri.
setelah itu lakukan penyimpanan seperti file yang pertama, tetapi pada bagian File name tulislah autorun.inf , sebelum di
Save As pastikan pilih All Files.

Kemudian pindahkan kedua file yang telah anda buat tadi (
autorun.inf dan passwordlock.vbs ) ke dalam flashdisk anda.

Langkah terakhir silahkan anda hidden autorun.inf dan passwordlock.vbs yang telah dibuat tadi.
Cara hidden :
Klik kanan pada masing- masing autorun.inf dan passwordlock.vbs lalu pilih properties centang kotak yang ada di tanda hidden. Ta-da Selesai Sudah ..

Catatan  :
-
Kompitabel dengan Win XP.
-
Dimohon jangan sampai lupa password sendiri ( Saya tidak bertanggung jawab atas kesalahan password sendiri ).

Demikianlah Postigan saya kali ini semoga bisa bermanfaat bagi anda yang sudah membacanya. J
Salam Blogger..

Pengertian dan Perbedaan IPv4 dengan IPv6



Siang semuanya, Postingan saya kali ini akan membahas tentang Ipv4 dan Ipv6. Langsung saja kita ke TKP..
Bagi Anda yang mempelajari Internet dan komunikasi atau Jaringan Komputer, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya IP Address. IP Address adalah suatu penomoran pada sebuah komputer sebagai identitas. Kalau di sederhanakan, seperti sebuah nama alamat rumah. Jadi tiap komputer memiliki alamat penomorannya masing – masing. Satu dengan yang lainnya tidak sama atau unik.
IP Address yang sering digunakan ini menggunakan basis TCP/IP karena lebih sederhana, dan lebih mudah untuk di mengerti. Sedangkan di OSI Layer sendiri memiliki IP Address sendiri, yang tentu saja berbeda dengan TCP/IP. Tetapi di dunia ini yang lebih sering dikenal dan digunakan IP Address TCP/IP.
IP Address sendiri dibagi menjadi 2, yaitu IP Address Private dan IP Address Public. IP Address Private biasanya didapatkan oleh pengguna user rumahan atau sekala kecil. IP Address Private ini didapatkan setelah melakukan Subnetting. IP Address Public biasanya dimiliki dalam skala besar, seperti Hosting, ISP, Data center, dan perusahaan Web.
Saat ini yang digunakan di dunia adalah IPv4 (IP Address Versi 4), mulai digunakan sejak tahun 1981. Tetapi sejak sekitar tahun 1990 sudah disimulasikan bahwa IPv4 akan mencapai titik jenuh atau IP Address di IPv4 akan habis. Dan sejak pada tahun 1996, IPv6 di kembangkan sebagai pengganti IPv4. IPv4 menggunakan 32 bit, jumlah Address yang dimiliki oleh IPv4 sebesar = 232 = ±4 milyar host. Itu artinya alamat di IPv4 akan habis pada saat jumlah manusia sudah mencapai 4 milyar lebih. Bayangkan saja jumlah penduduk India, China, Indonesia, Amerika Serikat dan Uni Eropa kalau dijumlahkan mungkin sudah mencapai angka 3 milyar lebih. Belum dijumlahkan dengan penduduk lain. Pasti angkanya akan mendekati 4 milyar jiwa.
Guna mengatasi masalah tersebut, digunakanlah IPv6. Karena IPv6 berjumlah 128 bit, 2128 atau lebih dari 4 milyar sudah pasti tidak ada kekhawatiran mengenai habisnya IP address. Karena IPv6 memiliki jumlah alamat yang cukup banyak sebesar 340, 282, 366, 920, 938, 463, 463, 374, 607, 431, 768, 211, 456.
Berikut ini beberapa perbedaan IPv4 dengan Ipv6 :
Kelas Pengalamatan
Di dalam IPv4 dikenal dengan kelas pengalamatan, yang terdiri dari 5 kelas yaitu Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D dan kelas E. Biasanya yang dipakai oleh umum ada di kelas A, B, dan C, sedangkan Kelas D untuk multicast dan Kelas E untuk penelitian. Namun kadang ada yang menyebut Kelas D dan E itu di satukan.
Sedang di dalam IPv6, tidak dikenal penamaan kelas-kelas tersebut. Tetapi di dalam IPv6 dikenal jenis pengalamatan, yaitu Pengalamatan Unicast, Pengalamatan Multicast, dan pengalamatan Anycast. Alamat Unicast dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu Alamat Link Local, Alamat Site Local, dan Alamat Global.
Routing
Di IPv4, memiliki jalur yang lebih lambat dalam melakukan routing, hal ini dikarenakan adanya pemeriksaan header MTU di setiap routing dan switching. Sedangkan di IPv6, proses routing menjadi lebih sederhana. Dengan begini proses routing di IPv6 menjadi lebih sederhana dan cepat.
Mobile IP
Dukungan IPv4 terhadap mobile, sangat kurang. Karena IPv4 tidak diperuntukkan untuk sebuah mobile. Karena itu sering terjadi roaming. Sedangkan pada IPv6 mendukung sistem mobile di dalam desain IP. Jadi tidak salah IPv6 disebut juga sebagai Mobile IP.
Keamanan
Untuk menjaga keamanan IPv4 mengggunakan IPsec, sebagai fitur keamanannya. Tetapi sayangnya fitur ini hanya sebagai fitur tambahan. Sedangkan di IPv6, IPsec secara default telah digunakan. Jadi setiap proses akan melewati IPsec terlebih dahulu.
Demikianlah Hasil postingan saya kali ini semoga menambah pengetahuan anda dengan membaca postingan saya.
Salam Blogger.

Rabu, 27 April 2016

Cara Mengatasi File Could



Cara Menghapus File Could Not Find This Item
Selamat malam semuanya, pada postingan saya kali akan memberikan sebuah tips untuk menghapus sebuah file yang tidak bisa dihapus atau file yang mucul pop-up windownya bertuliskan could not find this item. Langsung saja kita ke TKP.. J
Penyebab : File ini terjadi ketika saya sedang mengunduh sebuah video Konser dari Avenged Sevenfold (Band Kesukaan Saya). Saat proses berjalan, tiba-tiba jaringan terputus. Hal ini mengakibatkan file tidak terunduh secara sempurna dan tidak bisa diputar. Karena tidak bisa dijalankan, saya memutuskan untuk menghapus saja file tersebut.

Anehnya file tersebut tidak bisa dihapus dan muncul pop-up window yang bertuliskan "could not find this item". Saya rename juga tidak bisa dan tetap muncul notification yang sama. Saya coba pindahkan ke folder lain juga tetap muncul pesan yang menyatakan item tidak ditemukan.
Saya mulai berpikir komputer saya terkena virus yang berbahaya. Namun hasil scan Avast dan Smadav menunjukkan bahwa komputer saya aman-aman saja dan tidak ada virus yang terdeteksi. Padahal anti virus saya selalu saya update. Kasus ini benar-benar membuat saya stress (Pengen banting tu laptop).

Saya coba mencari referensi di internet tentang hal ini. Ternyata sebagian besar pengguna windows 7 pernah mengalami kasus serupa seperti saya ini.
Salah satu solusi yang ditawarkan dan terbukti berhasil adalah menghapusnya lewat perintah command prompt.

Berikut cara menghapus file could not find this item:
1. Saya misalkan file tersebut berada pada folder downloads dengan nama Avenged Concert.txt
2. Arahkan mouse pada folder downloads lalu klik satu kali.
3. Kemudian tekan SHIFT + Klik Kanan.
4. Akan muncul menu baru, silahkan klik open command windows here.

5. Setelah itu akan muncul menu command prompt, silahkan tulis dir /x lalu tekan enter.
6. Akan ada tulisan tentang informasi file dalam directory tersebut.
7. Ada dua nama file yaitu AVENGE~1.TXT dan Avenged Concert.txt
8. Yang akan digunakan untuk mengeksekusi file tersebut adalah nama yang pertama.
9. Ketikkan del AVENGE~1.TXT lalu tekan enter.
10. Selamat file yang telah membuat anda stress dan kesal telah sukses terhapus.
Demikianlah postingan saya kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi anda yang telah membacanya. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan postingan ini.
Salam Blogger..