Kodam I Bukit Barisan terus berusaha mempercepat proses pembangunan
jalan ke lokasi relokasi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Namun,
upaya mereka terkendala musim hujan belakangan ini.
"Relokasi
semakin lama semakin baik, sekalipun kondisi hujan sekarang ini menjadi
salah satu hambatan. Hujan berhenti, kita majukan," kata Panglima Kodam I
Bukit Barisan Mayjen Winston Pardamean Simanjuntak di Sibolangit, Deli
Serdang, Kamis (13/11).Dia memaparkan, saat ini badan jalan ke
lokasi relokasi sudah dibuka dan diperkeras dengan sirtu. Rencananya,
jalan itu akan dilapisi setebal 40 cm karena kondisi tanah di kawasan
itu yang lembek.Mengenai perumahan yang akan dibangun, Winston
mengatakan, site plan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah mereka
terima. "Karena sudah ada kita akan mengatur membuat lokasi perumahan,"
sambungnya.Dia memperkirakan rumah-rumah contoh untuk relokasi
mulai dibangun pada pekan ini. "Untuk tahap awal kita akan membangun 50
rumah, dengan catatan hambatan hujan berkurang," ucap Winston.Sebelumnya,
Rabu (12/11), BNPB melansir jalan menuju lokasi hunian tetap pengungsi
Sinabung sepanjang 9,2 km yang terdiri dari 4 segmen. Pembangunannya
mendapat alokasi anggaran Rp 23 miliar.Sementara pembangunan 370
unit rumah pengungsi diperlukan biaya Rp 21,98 miliar, karena untuk
membangun tiap unit rumah diperlukan Rp 59,4 juta.Total biaya
pembangunan jalan dan rumah menjadi Rp 44,98 miliar. Dana ini bersumber
dari dana siap pakai BNPB. Anggaran itu belum termasuk untuk pembangunan
fasum, fasos, dan lahan pertanian bagi 370 KK yang direlokasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar